Gak usah pegang-pegang, gue bukan tiang listrik!

Ciuman di atas bis, dengan seorang laki-laki tak dikenal mungkin terdengar seperti petualangan yang menakjubkan, paling tidak itu yang kudapat dari reaksi beberapa orang temanku yang malah menanyakan apakah laki-laki itu tampan, dan apakah ciumannya enak. Beberapa orang lain mengatakan aku tak perlu was-was, toh itu hanya ciuman, aku bukan diperkosa atau apa. Namun kenyataannya sama saja, hak pribadiku telah dilanggar. Permasalahannya adalah bahwa hal itu terjadi di luar kehendakku. — Aiko

Bibay: Kak, aku serius kemarin pas pertama kali baca tulisan Aiko bener-bener merinding ketakutan. Sampai sekarang kalau baca lagi juga langsung takut…

Hilda: Iya ngeri banget emang! Tapi gue jadi mikir… Kalo misalnya nih setting-nya di bus juga, tapi pas lagi turun salju, trus banyak lampu-lampu cantik di sekeliling jalan, trus cowoknya ganteng (definisi gantengnya suka-suka elo dah), jadi less ngeri gak?

Bibay: Sebenernya sih kalau dideskripsiin kaya gitu kok jadi kedengeran kaya plot FTV ya? Dan kalau berdasarkan logikanya FTV, itu kan mestinya romantis banget kan ya. Dipikir-pikir aku juga sering bercanda gitu sih, ada yang cerita cowok yang kelakuannya gak ngenakin atau sleazy gitu terus aku bilang, “Kalau cakep sih gapapa!” Padahal, sebenernya kalau aku coba pikir serius, mau cowoknya ganteng juga, kalau aku tiba-tiba dicium kaya Aiko sih, aku kayanya… Bakalan nangis juga kaya dia, dan bukan nangis karena kesenangan.

Hilda: Btw, ngebaca tulisan Aiko jadi bikin gue keinget kejadian mirip yang terjadi sama gue.

Bibay: Hah serius??

Hilda: Bukan sama orang gak dikenal di bus dan dicium di bibir. Tapi sama temen gue dan dipeluk di pinggang dari belakang dan dicium bukan di bibir dan lagi di dapur….. Ta*k!

Bibay: Oh my god. Kak, serem banget 😦

Hilda: Dan trus waktu gue cerita kejadian yg bikin gue sangat tidak nyaman ini ke dua orang temen gue, mereka bilang itu biasa aja. Kata mereka, mungkin gue yang gak biasa sama cara bertemen bule. Kata mereka, mungkin karena gue orang Asia.

Bibay: What the f**k!

Hilda: Jadi trus gue lupain aja gitu ketidaknyamanan dan, mind you, ketakutan gue karena temen-temen gue bilang gitu. Dan akhirnya dalam coping mechanism gue waktu itu, gue bahkan went as far as “Gapapalah dia ganteng, anggep aja adegan film chick flick ato FTV. Kapan lagi kan?” Sampah!

Bibay: Personal space dan personal boundary itu yang mendefinisikan ya orang yang dilanggar haknya. Kalau dia bilang “this is not okay”, ya berarti gak baik-baik aja. Aku juga orang Asia dan temen-temenku bule. Gak pernah tuh ada yang berani kaya gitu. Kalau ada yang kaya gitu sih aku hajar 😡

Hilda: Hahaha.. Sekarang rasanya miris dan pengen marah banget gue. Tapi telat gini, telat beberapa tahun. Dan, ya Tuhan, setan banget film-film romantis ta*-kucing-rasa-coklat di luar sana itu. Yang bikin seolah-olah cowok ganteng punya hak-hak khusus untuk jadi manusia brengsek. Yang ngajarin cewek-cewek untuk memaklumi hal-hal yang membuat dia takut dengan “jangan lebay” atau “harusnya lo bersyukur dideketin cowok cakep!”

Bibay: Intinya, mau cowoknya ganteng kek, mau cowoknya buluk kek, mau bule kek, mau orang Asia kek, kalau gak nyaman ya gak nyaman aja! Setiap orang beda-beda definisi space dan boundary-nya, dan melanggar itu tanpa izin ya gak bisa diterima. Kalau misalnya ada orang masuk rumah kita tanpa izin, masa iya kita biarin kalau dia ganteng? 😐

Hilda: Btw, gue nemu kutipan di bawah ini nih. Pas banget! 😛

16312495503_7676f06ee6_o[1]
Terjemahan editor: Kita (perempuan) tidak perlu berlaku sopan pada orang yang membuat kita merasa tidak nyaman.
Bibay: Setuju! Kalau kita merasa terancam, masa kita masih mesti senyum-senyum sopan?

Hilda: Ya kan?! Lain kali, dan semoga gak ada lain kali, gue tabok aja langsung mukanya. Gak perlu nunggu berubah jadi Sailor Pluto. Kelamaan!

Bibay: Kak, plis deh……..

 

 

Yang Ngobrol

Halooo.. Mimin-mimin lagi nih yang ngobrol di mari. Bosen? Makanya PM mimin dong biar yang ngobrol gantian. Yuk sini sini.. Kita arisan dulu (?)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s