Mengapa perempuan?

Mengapa perempuan?

Dikatakan dia tak boleh terlalu sendiri

Tidak boleh melampau batas

Jembatan normatif yang juga dibuat oleh istiadat

 

Ada pembatas, antara kebebasan dan tradisi

Yang tak tahu sampai kapan itu berdiri

Mungkin harus menunggu Kartini lagi

Datang dengan destruktif dan matang

mencoba bicara dengan lantang

dan tak dinilai sumbang..

 

Terasakah suaramu tercekat?

Wahai perempuan, bicaralah!

Hawa dicipta bukan untuk diam dan terus mengalah.




Penulis

Jessica M. adalah pecinta seni yang lebih senang mengolah kata daripada angka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s