Rak Buku Kami, #2

Halo pembaca setia #kamiperempoean! Minggu ini, kami balik lagi dengan rekomendasi buku-buku yang berhubungan dengan kesetaraan gender, atau yang punya tokoh utama perempuan yang kuat! Buku-buku yang kami rekomendasikan kali ini kebanyakan buku fiksi dengan genre yang berbeda-beda, tapi ada juga satu buku sejarah yang gak kalah menariknya! Tentu aja, buku-buku ini juga udah para mimin baca sendiri! 🙂 Untuk lebih banyak rekomendasi, bisa liat pos rekomendasi lainnya di sini. Selamat menikmati!

***

Perempuan-perempuan_Perkasa_di_Jawa[1]Perempuan-perempuan perkasa di Jawa abad XVIII-XIX | Bahasa Indonesia | Sejarah

Buku ini sebenarnya sifatnya pengantar, atau semacam entry point, buat yang mau tahu lebih dalam mengenai peran dan posisi perempuan di Jawa pada abad ke-18 dan ke-19. Walaupun demikian, buat mimin pribadi, membaca buku ini membukakan mata sekali tentang sejarah perempuan Jawa yang bukan melulu soal Kartini. Di buku ini dijabarkan bagaimana sebelum terjadinya Perang Jawa (1825-30), pasukan pengawal pribadi raja ketika dia pergi keluar keraton justru terdiri dari perempuan. Oh, dan mereka bukan hanya ditugaskan membawa perlengkapan raja tentunya. Mereka bersenjata lengkap, mulai dari tameng, busur, panah beracun, tombak, tulup, sampai bedil. Bahkan di buku ini disebutkan bahwa prajurit-prajurit perempuan ini justru jauh lebih ditakuti daripada prajurit pria. Buku ini juga membahas beberapa tokoh perempuan pada masa itu, yang sama sekali jauh dari Kartini yang kita kenal sebagai pribadi yang halus dan lembut, seperti misalnya Raden Ayu Serang. Di sini dijabarkan bahwa budaya patriarki sebenarnya adalah bawaan rezim kolonial Hindia-Belanda dan ajaran Islam modern, di mana sebelumnya justru budaya Indonesia adalah budaya matriarki Polinesia. Serius deh, buku ini wajib baca banget. Di bawah ini adalah sepotong kutipan dari bagian kesimpulan buku ini.

Priayi dan perempuan kelahiran keluarga kerajaan di Jawa tengah selatan, setidaknya sampai akhir Perang Jawa, menikmati kebebasan dan kesempatan untuk bertindak atau mengambil inisiatif pribadi yang jauh lebih luas daripada saudari perempuan mereka pada bagian akhir abad ke-19. Kita hanya perlu membandingkan kisah Raden Ayu Serang pada bagian awal abad dengan seorang Raden Ajeng Kartini pada ujungnya. Perempuan yang sezaman dengan Sang Raden Ayu sakti itu memiliki lingkup dan kans hidup yang berbeda jauh dengan generasi penerusnya pasca-Perang Jawa, ketika kebudayaan Jawa sepert dijinakkan menjadi semacam kebudayaan museum. (Carey & Houben)

***

71lklmxqgjlEleanor & Park | Bahasa Inggris | Fiksi – Young Adult

Karena buku ini bercerita tentang kehidupan remaja, awalnya mungkin buku ini keliatan ringan dan yet-another-teens-love-story, tapi kesan itu bakalan terbukti salah banget setelah baca buku ini. Buku ini bercerita tentang persahabatan dua orang remaja, Eleanor dan Park. Eleanor adalah anak paling tua dari 4 bersaudara. Dia hidup di rumah kecil dengan saudara-saudaranya, ibunya, dan ayah tirinya yang serius, creepy banget. Bapak tirinya juga tukang mabuk dan abusive. Di rumahnya, anak-anak semuanya tidur di satu kamar. Di rumahnya cuma ada satu kamar mandi, dan bapak tirinya gak mengizinkan ada tirai atau pintu di kamar mandi itu. Karena keluarganya emang gak punya, baju Eleanor gak ada yang pas sama dia dan ditambal sulam sendiri pakai pita warna-warni. Gayanya yang super nyentrik ini bikin dia jadi bulan-bulanan temen-temennya. Sementara Park tinggal di keluarga campuran yang rukun dan harmonis. Walaupun Park termasuk anak yang populer di sekolah, dia sebenernya rada-rada gak pede karena dia ngewarisin tubuh kecil ibunya yang keturunan Asia. Pas Eleanor dibully sama anak-anak lain di hari pertama di bus sekolah, Park, walaupun agak kasar, nawarin dia untuk duduk di sebelahnya. Seiring dengan berjalannya cerita, Park kagum dengan kecerdasan Eleanor dan mereka mulai nyambung dan berteman, bahkan Park sampai ngebelain Eleanor ketika dia di-bully sama murid-murid yang lain. Biarpun buku ini tentang remaja, buku ini mengeksplor tema-tema yang berat, seperti domestic dan child abuse, bullying, dan body image. Buku ini ditulis bergantian dari sudut pandang Eleanor dan Park, dan membuat pembaca jadi lebih merasa terlibat dengan pola pikir kedua remaja ini. Mimin juga suka banget sama persahabatan antara Eleanor dan Park. Walaupun pada akhirnya di antara mereka saling tumbuh perasaan romantis, they were friends first. Sebagai sahabat, mereka saling mendukung dan mengisi satu sama lain.

***

915w7uu6o7lEqual Rites | Bahasa Inggris | Fantasi – Humor

Buku ini sebenarnya adalah bagian dari universe Discworld karya Sir Terry Pratchet (God rests his soul 😦), tapi buku ini bisa dibaca sebagai buku lepasan. Sebagai konteks, di dunia Discworld ada dua tipe penyihir: witch dan wizard. Witch pada umumnya adalah seorang perempuan praktisi sihir-sihir praktis. Di sebuah desa, biasanya ada seorang witch yang berfungsi jadi bidan, dokter, polisi, terapis — serba bisa banget deh! Sementara, wizard biasanya adalah seorang laki-laki yang cenderung lebih, um, flashy. Sihir mereka scientific dan harus dipelajari di sebuah universitas yang namanya Unseen University. Pokoknya, sihir mereka beda banget deh sama sihirnya witch: bola api, transmutasi, dll. Witch  dan wizard biasanya gak begitu suka satu sama lain karena sihir mereka bertolak belakang banget. Nah, sepanjang sejarah Unseen University, gak ada tuh yang namanya wizard cewek. Tapi, karena sebuah kesalahpahaman waktu dia lahir, tokoh utama dari buku ini, Esk, mewarisi tongkat sihir dan kekuatan yang besar dari seorang wizard. Dibantu witch dari desanya, Granny Weatherwax (yang awalnya menentang banget Esk belajar jadi wizard), Esk berusaha masuk ke Unseen University untuk belajar jadi wizard walaupun dia ditentang dan diketawain habis-habisan sama bapak-bapak wizard di Unseen University. Buku ini ringan banget dan lucu, tapi sebenernya kalau mau dipikir-pikir ya keadaan ini sebenernya kadang terjadi juga di dunia kita (walaupun kondisi di buku ini dibikin hiperbolis banget). Kami Perempoean bahkan udah beberapa kali ngepos tentang pengalaman cewek-cewek di bidang-bidang yang dianggep bidang cowok. Ini yang mimin suka dari buku-bukunya Sir Terry di seri Discworld — ceritanya selalu bikin ketawa tapi terus kita diajak mikir karena walaupun keliatan lucu di buku, masalah-masalah yang dibahas sebenernya relevan dengan dunia nyata.

***

Supernova – Petir | Bahasa Indonesia | Fiksi – Seri Bersambung

Buku ini sebenarnya adalah bagian ketiga dari seri “Supernova” oleh Dewi Lestari (Dee), tapi buku ini juga bisa dibaca sebagai cerita lepasan. Tokoh utama dari buku ini namanya Elektra (atau lebih akrab dipanggil Etra), seorang cewek yang seumur hidup merasa dia hidup di dalam bayang-bayang kakaknya, Watti. Etra keliatan agak minder sama Watti, yang dianggep orang lebih cantik, lebih populer, dan bahkan akhirnya menikah dengan seorang dokter yang kerjanya di Freeport. Setelah ayahnya meninggal dan gak lama kemudian Watti pindah ikut suami, Etra yang kebingungan mencoba berbagai macam cara untuk menata hidupnya baik dari segi karir maupun cinta. Tanpa kebanyakan spoiler, gak diduga-duga, pencarian ini akhirnya membuat Etra bertemu dengan orang-orang baru yang secara signifikan mempengaruhi hidupnya. Buku ini mungkin adalah buku favorit mimin di seri Supernova. Karakter Etra sedikit banyak relatable banget, dan menyentuh berbagai macam insecurity yang mimin pribadi alami. Ceritanya juga simpel banget, tapi pelajarannya banyak banget. Walaupun sebaiknya memulai dari buku pertama kalau mau membaca seri Supernova, menurut mimin Petir adalah buku yang menggaet banyak orang untuk tertarik sama seri ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s