Resolusi 2018: Kalian semua bisa kok!

Selamat pagi, siang, sore, malam, pembaca Kami Perempoean! Dan selamat tahun baru! Belom basi lah ya ucapannya hehe.. Apa kabar kalian? Dan gimana 2018-nya sejauh ini? Rutinitas berlanjut seperti biasa kah? Atau ada perubahan yang signifikan di 2018 ini? Seperti misalnya pindah kerjaan, atau malah pindahan rumah? Either way, semoga di tahun ini hidup kalian semakin baik dan kalian jadi orang yang semakin tangguh dan bisa jadi penolong buat orang lain, mau dalam hal sekecil apapun itu.

Tahun baru kan biasanya diasosiasikan dengan resolusi nih. Jadi Kami Perempoean pun gak mau kalah. Di tulisan perdana tahun ini kami mau ngasih kalian beberapa ide buat resolusi tahun baru, yang bener-bener bisa dilakukan dan bukan hanya angan-angan ketinggian yang bakal langsung dilupain begitu bulan Januari berakhir. Daftar resolusi yang kami buat ini sebenernya seiring dengan harapan kami buat kalian, biar kalian semakin tangguh dan jadi penolong buat orang lain. Dan resolusi ini juga dibuat secara khusus dalam tema pemberdayaan perempuan, walau siapapun juga bisa melakukan ini sih, apapun gender kalian. Apaan aja tuh? Yuk mari~

***

1. Baca, baca, baca

Membaca itu penting banget loh biar wawasan kamu semakin luas, biar kamu gak gampang dikibulin orang, biar kamu gak gampang terombang-ambing dalam kebingungan di tengah isu-isu yang lagi beredar. Secara khusus buat isu pemberdayaan perempuan, baca itu penting BANGET. Pernah denger kata feminisme kan? Kata yang reputasinya udah jelek parah di negri kita tercinta. Tapi ketimbang mempercayai apa kata orang tentang feminisme, lepas dari itu baik atau pun buruk, pro atau kontra, pernah terpikir gak untuk cari tau sendiri? Banyak sekali bahan bacaan mengenai pemberdayaan perempuan, dan ini gak melulu teori yang berat banget banget. Sekedar fiksi di mana tokoh utamanya adalah perempuan independen yang mematahkan stereotip perempuan pada umumnya pun adalah bacaan yang baik.

Orang mungkin berargumen, “Kalo yang dibaca tulisan atau feminisme melulu, ya wajar dong kalau kamu jadi bias dan lalu beralih jadi seorang feminis!” Ah, gak juga ah. Membaca itu adalah proses aktif, otak kita bekerja waktu kita membaca. Kita bisa kok memutuskan apa kita setuju dengan sebuah buku atau tidak. Dan semakin kita banyak membaca, semakin banyak sudut pandang yang kita tahu. Semakin banyak sudut pandang yang kita tahu, semakin banyak pula lah pengetahuan kita. Membaca itu memberikan pengetahuan dan pengetahuan adalah senjata.

Mimin-mimin sendiri tiap tahun selalu nge-set resolusi baca tahunan di Goodreads. Yang perlu kamu lakukan cuma bikin akun di sana, trus masukin jumlah buku yang kamu akan baca di tahun 2018. Gak usah banyak-banyak. 1 buku per bulan? 6 buku setahun? Masukin berapa angka pun yang kamu rasa bisa kamu lakukan dan berusaha penuhin “janji” kamu dalam setahun ini. Dan kalo kamu perlu ide apa yang mau dibaca, kalian bisa liat rekomendasi di Rak Buku Kami. Buku mahal? Yuk berdayakan perpustakaan di daerah kalian 🙂

2. Beri donasi ke lembaga non-profit yang bergerak di isu seputar perempuan

Tentunya poin ini lebih relevan buat kalian yang sudah berpenghasilan. Dan ini bisa dalam nominal berapapun sesanggupnya kalian. Di bawah ini ada beberapa lembaga non-profit yang mungkin bisa jadi tujuan donasi kalian. Disclaimer, kami ber-afiliasi sama lembaga-lembaga di bawah. Dan kami juga sebenarnya kurang tahu apa mereka semua menerima donasi atau tidak, tapi kalian bisa proaktif dengan bertanya langsung ke mereka.

  • Lentera Indonesia (Twitter: @LenteraID), sebuah kelompok dukungan dan pendampingan untuk penyintas kekerasan seksual
  • Samsara Indonesia (Twitter: @samsar4), organisasi berbasis hak yang mempromosikan dan mendukung akses pendidikan dan informasi seputar Hak Kesehatan Seksualitas dan Reproduksi (HKSR)
  • Konde Institute (Twitter: @kondedotco), media alternatif untuk isu perempuan dan kelompok marginal
  • Yayasan Peduli Anak (https://www.pedulianak.org/). Yayasan ini bergerak dalam mendukung anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu, dengan memberikan dukungan pendidikan, kesehatan, dll. Mereka menerima donasi dan bahkan sukarelawan lho. Coba langsung ke situsnya aja deh.
  • Institut KAPAL Perempuan (Twitter: @KAPAL_Perempuan), Lingkaran Pendidikan Alternatif Perempuan yang bertujuan untuk membangun gerakan perempuan dan gerakan sosial yang mampu mewujudkan keadilan sosial, kesetaraan dan keadilan gender serta perdamaian di ranah publik dan privat.

3. Beri waktu untuk jadi sukarelawan atau kontributor

Kalau materi adalah hal yang belum bisa kalian berikan, kalian masih punya komoditi lain yang juga berharga: waktu dan keahlian. Kalau kalian punya waktu, yang walaupun mungkin tidak secara rutin, kalian masih bisa jadi sukarelawan. Banyak sekali kegiatan di luar sana yang butuh sukarelawan, entah jadi pengajar untuk anak jalanan atau jadi penulis lepas di media-media alternatif seperti misalnya yang sudah disebutkan di poin sebelumnya. Kalau kalian bingung gimana nemuin kegiatan-kegiatan yang relevan sama keahlian kalian, kalian bisa cari di Indorelawan.org. Oiya, Kami Perempoean juga seneng banget loh kalo kalian mau berkontribusi lewat tulisan kalian 😛 Kalau berminat, monggo langsung aja ke halaman Hubungi Kami.

4. Jadi mentor buat perempuan yang lebih muda atau yang pengalamannya gak sebanyak kamu

Mungkin setelah kalian liat-liat opsi untuk jadi sukarelawan, kok ya rasanya tetep sulit untuk dilakukan, entah itu dari segi lokasi, waktu, dan skill. Hal yang kalian masih bisa lakukan, dan pasti bisa banget, adalah untuk jadi mentor. Mimin sendiri udah berkali-kali jadi mentor dalam konteks yang berbeda. Dan dari pengalaman mimin, yang paling penting di sini adalah soal waktu dan kemampuan/ kemauan untuk berkomunikasi.

Kalau kalian minder, “Ah gue kan masih cupu, blagu amat mau jadi mentor,” well, percaya gak percaya, di luar sana masih banyak orang yang pengalaman dan kemampuannya gak sebanyak dan sebaik kalian. Kalau kalian misalnya masih kuliah, kalian mungkin bisa jadi mentor untuk anak SMA yang lagi siap-siap ujian masuk universitas atau adik angkatan kalian di kampus. Dan ini juga gak harus selalu dalam bidang akademis. Ingat, pengalaman itu sesuatu yang sangat berharga dan bisa kalian bagikan. Dan untuk jadi mentor bukan berarti kalian harus sempurna atau jago banget juga. Justru, dengan jadi mentor, itu bakalan jadi proses belajar juga buat kalian. Buat mimin sendiri, banyak hal yang mimin dapet dengan jadi mentor. Waktu mimin jadi mentor untuk hal akademis, di situ mimin jadi belajar materinya lebih dalam lagi dan mimin juga jadi belajar rendah hati, belajar untuk mengakui ke mentee kalau mimin gak tau jawabannya. Waktu mimin jadi mentor kerohanian, mimin jadi banyak belajar mendengarkan alih-alih menghakimi mentee sebagai pendosa. Lihatlah mentoring ini sebagai kegiatan berbagi. Kalian tidak hanya akan memberi tetapi pasti akan menerima juga.

***

Sekian ide resolusi 2018 dari kami. Semoga ada paling tidak satu hal dari daftar di atas yang akan kalian lakukan di 2018. Selamat melanjutkan aktivitas kalian yaa.. 🙂

3 Replies to “Resolusi 2018: Kalian semua bisa kok!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s