Rak Buku Kami, #6

Hai hai, teman-teman! Apa kabar nih? Dengan masuknya bulan Juli, berarti tahun 2018 udah lewat setengah jalan D: Apa kabar resolusi awal tahun 2018 kemaren? xD Kalau inget, di awal tahun 2018 kemaren, salah satu resolusi Kami Perempoean adalah lebih banyak membaca. Gimana reading list temen-temen? Udah kebaca semua belom? 😛 Mimin mau nyombong dikit: tahun ini mimin udah ngelewatin target ngebaca pribadi! Hore! Walaupun genre-nya masih perlu diberagamkan, tapi one step of a time 😉

Nah, kalau lagi pada mentok mau baca buku apa, hari ini Kami Perempoean punya rekomendasi nih. Kebetulan hari ini rekomendasinya kebanyakan fiksi dan fantasi soalnya miminnya bacaannya begitu. Kalau temen-temen ada yang punya rekomendasi buku, silakan lho langsung direkomendasikan di kolom komentar!

***

fangirl

Fangirl | Bahasa Inggris | Fiksi – Young Adult

Terus terang ya, waktu pertama kali baca tentang buku ini, mimin yang rada-rada “Yaelah apaan sih palingan kebanyakan stereotip lagi.” Ternyata mimin salah saudara-saudara. Biarpun kamu gak pernah terlibat sama yang namanya fandom, buku ini tetep menarik banget buat dibaca. Nah, apalagi kalau kamu kayak mimin, dari masa awal-awal remaja udah kenal sama yang namanya fandom, baik itu fandom Harry Potter sampai artis Korea. Buku ini menceritakan tentang Cath, yang baru aja masuk universitas yang sama dengan saudara kembarnya Wren. Wren ini orangnya lebih outgoing daripada Cath dan berusaha dapetin banyak temen baru, sementara Cath sebenernya rada-rada gak mau untuk keluar dari zona nyamannya dia dan dia juga punya masalah social anxiety, to the point yang dia gak mau ke kantin dan cuma makan energy bar gara-gara dia takut gak tau mau duduk sama siapa. Kebetulan Cath ini juga terlibat dalam sebuah fandom dan sebenernya tenar di internet sebagai seorang penulis fanfic. Dalam perjalanannya dia menyesuaikan diri dengan lingkungan yang bener-bener asing dan kuliah jurusannya yang gak sesuai ekspektasi dia, dia pelan-pelan menjalin persahabatan dengan teman-teman baru yang gak disangka-sangka.

Mimin serius relate banget sama pergumulan-pergumulan yang dialami Cath dan Wren. Kayaknya mayoritas dari kita pernah ngalamin yang namanya berusaha keras untuk fit in di tempat baru kayak Wren. Terus ya, walaupun mimin keliatannya outgoing kayak Wren, sebenernya internal dialog mimin tuh lebih kayak Cath. Mimin tau banget rasanya yang gak pengen ketemu orang-orang baru dan cuma kepengen nulis fanfic dan ngobrol sama orang di internet yang punya hobi dan interest yang sama dan gak bakal nganggep mimin aneh. Selain relatable, buku ini juga banyak momen-momen yang unyu dan sweet. Ah! Mimin jadi pengen baca ulang lagi 😀

***

lockwood.jpg

The Screaming Staircase | Bahasa Inggris | Fantasi – Seri Bersambung

Buku ini adalah buku pertama dari serinya Jonathan Stroud, Lockwood & Co. Di London versi buku ini, hantu-hantu dan roh-roh gentayangan muncul di mana-mana, dan mereka bisa melukai dan bahkan membunuh manusia. Herannya, cuma remaja-remaja berpotensi supernatural yang bisa mendeteksi para roh ini, dan kemampuan mereka berkurang seiring mereka bertumbuh dewasa. Kemampuan mereka juga beda-beda, ada yang bisa ngeliat hantu, ada yang bisa ngedenger hantu, ada yang bisa ngeliat memori hantu, macem-macem deh! Akhirnya, banyak agensi-agensi didirikan untuk menanggulangi wabah hantu di London, dan biasanya mereka disupervisi orang dewasa. Lucy Carlisle adalah seorang remaja cewek berusia 15 tahun yang bisa mendengar dan merasakan perasaan (?) hantu. Dia tadinya kerja sebagai pembasmi hantu di agensi lokal tempat dia tinggal, tapi setelah sebuah kasus akhirnya dia keluar dan nyari-nyari agensi baru. Nah, saat ini lah dia ketemu sebuah agensi kecil, Lockwood & Co., yang anggotanya cuma dua orang cowok remaja dan gak ada supervisi orang dewasanya.

Baca buku ini tuh berasa baca Sherlock Holmes versi hantu. Para pembasmi hantu ini banyak banget gadget-gadgetnya, dan penyelidikan dan proses pembasmian mereka juga thrilling banget. Mimin suka banget karakter Lucy, yang rada-rada strongheaded dan suka ngajak ribut. Terutama sama rekan setimnya, George, yang awal-awal emang rada-rada gak banget. Di buku ini Lucy keliatan rada-rada bergantung sama Lockwood, tapi seiring seri ini karakter Lucy juga makin berkembang jadi cewek yang mandiri dan bisa diandalkan banget sama timnya.

***

momo.jpg

Momo | Bahasa Jerman | Fantasi

Mimin baca buku ini udah lama banget, pas jaman SD/SMP dalam bahasa Indonesia. Tapi, gara-gara baru-baru ini ngebahas tentang buku ini sama guru bahasa mimin, mimin jadi kepengen baca ulang buku ini lagi. Momo adalah seorang anak perempuan yang gak jelas asal-usulnya, selalu pake jaket kegedean, dan gak bisa berhitung. Dia gak tau umurnya berapa. Dia terkenal di kota karena dia bisa mendengarkan orang dengan sangat baik, sampai-sampai cuma dia dengerin aja orang bisa menemukan solusi masalah mereka, baikan, dan lain-lain. Momo punya dua temen baik, Beppo si tukang sapu, dan Gigi si pemandu tur. Hidup yang nyaman di kota ini tiba-tiba dirusak dengan datangnya monster-monster yang mencuri waktu, dan Momo adalah satu-satunya harapan yang bisa menyelamatkan waktu.

Mimin terus terang gak inget detail soal plot buku ini, tapi yang mimin inget adalah cara penulisan buku ini yang cantik banget. Walaupun kalau liat sekilas buku ini keliatan sederhana dan kayak buku anak-anak, tapi buku ini sebenernya tuh sama sekali gak ringan. Tema besar dari buku ini itu adalah bahaya dari konsumerisme dan stress, dan bagaimana kadang-kadang kita lupa untuk menikmati waktu yang kita miliki.

One Reply to “Rak Buku Kami, #6”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s