Ibu rumah tangga dan feminisme

oleh Annisa Ihsani   Kalau bicara tentang feminisme, salah satu elemen yang tidak bisa dipisahkan adalah kemandirian finansial. Gambaran umum yang didapat masyarakat tentang seorang feminis biasanya adalah wanita single dan childless yang berfokus pada karirnya meniti tangga korporat. Jadi ketika seorang wanita bergantung pada pendapatan suaminya untuk bertahan hidup, pantaskah dia disebut seorang feminis? …

Perempuan dan pilihan hidupnya di “Tetangga Masa Gitu?”

Beberapa hari yang lalu, salah satu mimin Kami Perempoean menyampaikan unek-uneknya soal orang-orang yang suka sibuk nge-judge dan ngebanding-bandingin ibu rumah tangga (IRT) dan working mom. Walaupun mimin-mimin lainnya belom berkeluarga apalagi punya anak, sering banget rasanya kami mendengar unek-unek ini dari wanita-wanita lain yang sudah berkeluarga. Yang pro IRT full time biasanya omongan nyakitinnya …

Aku perempuan dan aku seorang bidan di kaki pegunungan

Kami Perempoean kali ini berkesempatan untuk mewawancarai seorang perempuan yang berprofesi menjadi seorang bidan, Ibu Ria (demi menjaga etika profesi dan kerahasiaan narasumber, kami tidak menggunakan nama sebenarnya), 29 tahun, yang berdinas di sebuah kota kecil di Jawa Tengah. Selain menjadi bidan, dia juga seorang istri dan seorang ibu bagi anak semata wayangnya. Kami Perempoean …

Aku perempuan, aku juga seorang ibu bekerja

Menjadi perempuan kadang kala tidak mudah. Pertanyaan jaman masih single “Kapan nikah?” lebih sering ditujukan kepada para perempuan. Karena perempuan semakin berumur dan belum menikah sepertinya terlihat lebih negatif dibandingkan dengan laki-laki yang semakin berumur malah dianggap semakin matang. Setelah menikah pun akan berlanjut dengan pertanyaan selanjutnya “Kapan punya anak?” dan seterusnya. Dilema menjadi perempuan …