Mau gak sama cowok yang “lebih rendah”?

Beberapa hari yang lalu saya membaca sebuah diskusi di Quora. Pertanyaannya sendiri menarik sekali, ini kutipannya: Bagi para perempuan, apakah kamu keberatan memiliki suami yang lebih “rendah” daripadamu? Sebaliknya, bagi para lelaki, apakah kamu keberatan memiliki istri yang lebih "tinggi" daripadamu? Mengapa? (konteks: gaji, usia, pendidikan, tinggi badan) Jawaban di thread diskusinya sebenernya buat saya …

Perempuan dan pulang malam

Beberapa waktu yang lalu, gue baca sebuah infografis tentang kota-kota di dunia yang paling tidak aman buat perempuan. Dan, yah, Jakarta ada di daftar top 10 gitu deh. Respon gue seketika itu adalah, “Ah ini lebay deh. Gue gak pernah kenapa-kenapa tuh di Jakarta.” Tapi gak berapa lama kemudian gue sadar bahwa respon gue adalah respon …

Ibu rumah tangga dan feminisme

oleh Annisa Ihsani   Kalau bicara tentang feminisme, salah satu elemen yang tidak bisa dipisahkan adalah kemandirian finansial. Gambaran umum yang didapat masyarakat tentang seorang feminis biasanya adalah wanita single dan childless yang berfokus pada karirnya meniti tangga korporat. Jadi ketika seorang wanita bergantung pada pendapatan suaminya untuk bertahan hidup, pantaskah dia disebut seorang feminis? …

Memangnya kenapa kalau laki-laki menangis?

Seiring dengan semakin banyaknya saya membaca artikel dan buku seputar isu kesetaraan gender, semakin peka pulalah saya dengan hal-hal di sekeliling saya. Pengalaman ini rasanya seolah-olah seperti indera-indera saya dipertajam, if that makes sense. Dan terus terang, pengalaman ini lebih banyak gak enaknya daripada enaknya. Hal-hal yang tadinya masuk telinga kanan keluar telinga kiri, sekarang …

Perempuan dan pilihan hidupnya di “Tetangga Masa Gitu?”

Beberapa hari yang lalu, salah satu mimin Kami Perempoean menyampaikan unek-uneknya soal orang-orang yang suka sibuk nge-judge dan ngebanding-bandingin ibu rumah tangga (IRT) dan working mom. Walaupun mimin-mimin lainnya belom berkeluarga apalagi punya anak, sering banget rasanya kami mendengar unek-unek ini dari wanita-wanita lain yang sudah berkeluarga. Yang pro IRT full time biasanya omongan nyakitinnya …