Mengapa perempuan?

Mengapa perempuan? Dikatakan dia tak boleh terlalu sendiri Tidak boleh melampau batas Jembatan normatif yang juga dibuat oleh istiadat   Ada pembatas, antara kebebasan dan tradisi Yang tak tahu sampai kapan itu berdiri Mungkin harus menunggu Kartini lagi Datang dengan destruktif dan matang mencoba bicara dengan lantang dan tak dinilai sumbang..   Terasakah suaramu tercekat? …

Aku perempuan, aku juga seorang ibu bekerja

Menjadi perempuan kadang kala tidak mudah. Pertanyaan jaman masih single “Kapan nikah?” lebih sering ditujukan kepada para perempuan. Karena perempuan semakin berumur dan belum menikah sepertinya terlihat lebih negatif dibandingkan dengan laki-laki yang semakin berumur malah dianggap semakin matang. Setelah menikah pun akan berlanjut dengan pertanyaan selanjutnya “Kapan punya anak?” dan seterusnya. Dilema menjadi perempuan …

Aku perempuan, aku penari, dan aku anak ITB

Saya seorang perempuan dan saya Batak. Dibesarkan di tanah Jawa (baca: ngapak) dan jauh dari sanak saudara membuat saya terkadang merasa dan nggak jarang mendapat julukan “Batak Abal.” Keabalan saya terletak di, pertama, wajah. Seringkali, orang mengira saya ini orang Jawa, Bali, atau bahkan Manggarai. Yah, kalau soal ini saya nggak bisa apa-apa juga sih. …